Halaman

Kamis, 28 Februari 2013

YANGTI SUDAH SEPUH


YANGTI SUDAH SEPUH
Kapan dianggap mulai sepuh ?
Teori mengatakan bahwa kondisi sepuh itu terjadi bila :
  1. Anak-anak telah menjadi dewasa dan pergi untuk pindah.
  2. Kawan dan tetangga telah “pergi”.
  3. “Dikeluarkan” dari angkatan kerja.
  4. Rumah terlampau besar untuk diurus dan terlalu sepi untuk ditinggali.
  5. Organ tubuh akan mundur, melemah, layu dan lambat. Penyebab hal ini masih misteri.
Kondisi di atas, akan berpengaruh pada :
  1. Penyesuaian sosial.
  2. Penyesuaian psikologis.
  3. Penyesuaian keuangan.
Bagaimana dengan Yangti ?
Secara kalender, saat ini Yangti berusia 83 tahun.
Berdasar teori di atas, rasanya Yangti rasanya sudah masuk katagori sepuh. Walau di Selakraman masih ada keluarga Mas Hasta dan di kiri-kanan juga ada saudara lain.
Bila sepakat, yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menyikapi kondisi Yangti yang sudah sepuh itu ?.
Menyikapi kondisi Yangti.
  1. Harus kita sadari bahwa Alloh-pun sudah mengatakan sebagaimana tersebut dalam QS Yaasiin 36 : 68

“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya (kembali menjadi lemah dan kurang akal) . Maka apakah mereka tidak memikirkan ?”.
Kembali lemah baik secara fisik maupun psikis. Karena sudah lemah, tidak sepantasnya kita bebani dengan beban-beban yang memberatkan fisik dan psikisnya.

  1. Hendaklah kita selalu berusaha berbuat baik (sesuai Qur’an dan Hadits) kepada Yangti. QS Luqman 31 : 14. Al-Ahqaaf 46 : 15. Juga Hadits Nabi Riwayat Bukhori-Muslim :”Dari Abdulloh bin Mas’ud RA berkata, aku bertanya pada Rasululloh SAW :”Amal apa yang paling dicintai Alloh ?”. Beliau menjawab :”Sholat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi :”Apa lagi Ya Rasululloh ?”. Beliau menjawab :”Berbakti pada Orangtua”.

  1. Dalam kitab Tantibul Ghofirin disebutkan, bentuk berbuat baik pada OT itu antara lain :

    1. Ngaturi dahar, walau OT mungkin masih bisa mencari sendiri. (2 : 215).
    2. Memenuhi panggilan OT (bahkan walau sedang sholat). H.R. Bukhori tentang Jurais.
    3. Berbicara lemah lembut. QS Al-Isra’ 17 : 23.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo komen biar rame