YANGTI SUDAH SEPUH
Kapan dianggap mulai sepuh ?
Teori mengatakan bahwa kondisi sepuh itu terjadi bila :
- Anak-anak telah menjadi dewasa dan pergi untuk pindah.
- Kawan dan tetangga telah “pergi”.
- “Dikeluarkan” dari angkatan kerja.
- Rumah terlampau besar untuk diurus dan terlalu sepi untuk ditinggali.
- Organ tubuh akan mundur, melemah, layu dan lambat. Penyebab hal ini masih misteri.
Kondisi di atas, akan berpengaruh pada :
- Penyesuaian sosial.
- Penyesuaian psikologis.
- Penyesuaian keuangan.
Bagaimana dengan Yangti ?
Secara kalender, saat ini Yangti berusia 83 tahun.
Berdasar teori di atas, rasanya Yangti rasanya sudah masuk katagori sepuh. Walau di Selakraman masih ada keluarga Mas Hasta dan di kiri-kanan juga ada saudara lain.
Bila sepakat, yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menyikapi kondisi Yangti yang sudah sepuh itu ?.
Menyikapi kondisi Yangti.
- Harus kita sadari bahwa Alloh-pun sudah mengatakan sebagaimana tersebut dalam QS Yaasiin 36 : 68
“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadiannya (kembali menjadi lemah dan kurang akal) . Maka apakah mereka tidak memikirkan ?”.
Kembali lemah baik secara fisik maupun psikis. Karena sudah lemah, tidak sepantasnya kita bebani dengan beban-beban yang memberatkan fisik dan psikisnya.
- Hendaklah kita selalu berusaha berbuat baik (sesuai Qur’an dan Hadits) kepada Yangti. QS Luqman 31 : 14. Al-Ahqaaf 46 : 15. Juga Hadits Nabi Riwayat Bukhori-Muslim :”Dari Abdulloh bin Mas’ud RA berkata, aku bertanya pada Rasululloh SAW :”Amal apa yang paling dicintai Alloh ?”. Beliau menjawab :”Sholat tepat pada waktunya”. Aku bertanya lagi :”Apa lagi Ya Rasululloh ?”. Beliau menjawab :”Berbakti pada Orangtua”.
- Dalam kitab Tantibul Ghofirin disebutkan, bentuk berbuat baik pada OT itu antara lain :
- Ngaturi dahar, walau OT mungkin masih bisa mencari sendiri. (2 : 215).
- Memenuhi panggilan OT (bahkan walau sedang sholat). H.R. Bukhori tentang Jurais.
- Berbicara lemah lembut. QS Al-Isra’ 17 : 23.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo komen biar rame