HBD.... my mother.
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintang untuk aku anakmu. Seperti udara kasih engkau berikan. Tak mampu ku membalas, ibuuu.... (lagunya Iwan Fals)
Cerita singkat untuk kado Yangti
______________________________
Ini adalah apa yg aku rasakan ketika perjalanan umroh mengantar ibu ke tanah suci. Bahagiaa banget bisa umroh ke tanah suci bareng ibu, PdW n BdN (makasih banget ya). Kadang air mata nggak kerasa keluar kalo inget, mudah2an bisa berangkat lagi. Mdh2an bisa berangkat sama kbh :-)
Dengan diantar mas Imad cs kami sampai di Adi sucipto. Suasana ramai di bandara sudah terasa meskipun hari masih pagi. Mata kami langsung bergerak2 mencari2 orang dengan warna rompi yg sama dengan yg kami pakai di tengah ramainya bandara. Nah akhirnya ketemu juga, ternyata mbak Atun dari kbih sudah siap di bandara.
Kami menunggu berkumpulnya teman2 rombongan umroh di depan pintu gerbang bandara. Yangti duduk di kursi lipat yg kami bawa. Satu demi satu teman serombongan datang. Aku perhatikan wajah dan penampilan mereka satu per satu. Aku berfikir mereka adalah orang2 kaya sekitar Jogja yg kelebihan uang sehingga bisa berangkat umroh. Wah ada yg berangkat berlima sekaligus. Alhamdulillah meskipun bukan orang kelebihan duit tapi aku bisa berangkat lagi ke tanah suci.
Kami berangkat dari Jogja ke Jakarta dengan pesawat Garuda untuk kemudian ganti pesawat Saudia Arabia menuju Jeddah. Baru kali ini aku naik pesawat Garuda. Pernah juga naik Citilink tapi ngakunya naik Garuda. Hehe maklum tiket Garuda mahal banget :-)
Alhamdlillah Allah mengkodarkan bisa ke tanah suci lagi. Dulu ketika haji dinasehati untk selalu berdoa minta haji. Dan jangan pernah berhenti berdoa sampai selesai rukun haji. Meskipun sudah dapet kursi jatah haji, meskipun sudah di atas pesawat, meskipun sudah sampai di tanah suci. Karena bisa aja ada kejadian2 yg membatalkan rencana kita.
Sampai di Bandara Soeta kami transit menunggu penerbangan ke Jeddah. Pesawat ke Jedah dijadwalkan take off sekitar jam 3 an. Jadi cukup lama juga waktu menunggu di bandara. Karena ikut travel agent, jadi nggak banyak urusan yg harus aku perhatikan. Beda kalo jadi panitia rombongan piknik. Sambil piknik harus tetep mikirin ini itu, harus check sana check sini. Kalo sekarang cuma mikir dikasih makan apa nggak yaa, makannya kapan yaa, menunya apa yaa.
Cuma aku lihat panitianya kok kurang prof ya, hehe maaf ya mbak Atun. Atau aku yg terlalu berlebihan kalo lagi ngurusin piknik. Soalnya waktu di Adi Sucipto kok nggak bawa check list. Pas mau periksa anggota rombongan agak bingung. Tapi karena sudah ada panitia, kami jadi santai2 aja di Soeta. Ngobrol2 n narsis2an foto2an sama Yangti n anggota rombongan.
Setelah makan n sholat belum ada kegiatan. Aku lihat panitia sesekali bicara sama petugas yg ada di bandara. Perkiraanku panitia udah koordinasi sama petugas bandara. Eee.. setelah hampir setengah tiga tiba2 ada petugas yang ngoprak2 menyuruh kita bergegas ke imigrasi dan segera boarding. "Ayoo cepet ini udah mau berangkat pesawatnya. Kalo maskapai international nggak ada toleransi masalah waktu. On time berangkatnya". Seingatku sih kata2nya isinya begitu.
Spontan semua ngambil barang2 n Bude nggandeng Yangti ke ruang imigrasi. Waa!! semua panik menuju bagian kesehatan (katanya harus pemeriksaan apa gitu). Gruduk2 serombongan mendatangi petugas kesehatan yg cuma sorangan wae jadi bingung juga. Mana petugas Saudi Arabia nya masih ngoprak2 lagi, fuihh. Akhirnya pemeriksaan nya dilewat n langsung menuju imigrasi.
Alamak!!! antrian imigrasi nya puanjaang banget. Keburu nggak nih ngejar waktu nya :-(. Untung Yangti n BdN bisa lewat jalur diplomat. Lagi ngantri panjang gitu temen serombongan ada yg cerita kalo tadi malem mimpi nggak jadi berangkat umroh. Waduh!!! Jangan2 jadi kenyataan nih mimpinya. Ya Allah mudah2an mimpinya bohong (emang mimpi ada yg jujur ya?).
Untung petugas Saudi Arabia n panitia bisa mintakan kebijakan semua rombongan untuk lewat imigrasi diplomat yg jauh lebih longgar n cepat.
Alhamdulillah setelah melewati episode paling menegangkan akhirnya bisa juga duduk di pesawat Saudi Arabian menuju tanah suci. Alhamdulillah berkat doa Yangti n semua kbh ibadah umroh kami bisa berjalan sesuai rukun nya.
Selama perjalanan umroh aku jadi agak tahu ternyata yg berangkat umroh tidak semuanya kaya (termasuk aku), hehe. Satu orang guru TK teladan dan suaminya yg diberi reward karena pengabdiannya selama puluhan tahun. Beberapa dosen UMY yang juga dapet hadiah umroh. Beberapa orang diumrohkan keluarganya (hehe, nggak usah ngacung kan?).
I think I am just a lucky man...
Beruntung bisa berangkat umroh
Beruntung bisa menetapi Islam
Beruntung punya Ibu yg sangat baik, penyayang n penyabar
Beruntung punya Ibu yg melahirkan saudara2 yg sangat baik, hik hik jadi terharu nulisnya
Beruntung jadi warga KBH n punya KBH yg baik2, lucu n mnyenangkan
Mudah2an Yangti sehat selalu n bahagia dunia akhirat... selalu dalam hidayah n perlindungan Allah SWT. Mudah2an kami bisa selalu membahagiakan Yangti. Amiiiin.
Dari : Manung (8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo komen biar rame