Halaman

Kamis, 28 Februari 2013

MANUSIA YANG SEMPURNA


Mbak aku nemu tulisan lamaku bertanggal 19 agustus 2008 ini saja ya yang untuk buletin kbh. kalau ada lagi nanti insyaAllah nanti nyusul.tks
MANUSIA YANG SEMPURNA
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Di setiap langkahku
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak dapat kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu sempurna
Kau genggam tanganku Saat ku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku…
Lagu sempurna versi slow yang dinyanyikan Gita Gutawa mengalun membelai telinga dan hatiku.
Manusia adalah mahluk yang sempurna, maksudnya paling sempurna diantara semua mahluk. Namun begitu, tidak ada manusia yang benar-benar sempurna.
Menurutku, manusia sempurna yang digambarkan oleh Gita Gutawa adalah setiap individu.
Nyanyikanlah lagu itu untuk diri kita sendiri. Semoga dengan begitu, kita benar-benar menjadi manusia yang sempurna.
Dan kalau kita menyanyikan lagu itu untuk orang lain, sepantasnyalah lagu itu dipersembahkan untuk orangtua kita, terutama ibu. Karena kita pernah berada di dalam tubuhnya, hidup melalui darah dan jantungnya. Karena Ibulah yang selalu menerima kita apa adanya. Menghibur dan menenangkan kita. Setidaknya, itulah yang saya rasakan tentang ibu saya.
Kalau ditanya siapa orang yang paling baik di dunia? Jawaban yg muncul tanpa saya pikirkan adalah : ibu.
Kalau ditanya siapa orang yang paling sabar di dunia? Maka tanpa berpikir jawaban saya adalah : ibu.
Ibu bisa menerima dan menyayangi kita apa adanya diri kita. Ibu bisa menerima kita dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Ibu selalu memaafkan kesalahan kita. Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan dn kesejahteraan kita. Sejak kita dalam kandungan sampai sekarang sudah punya anak saya merasakan betul keikhlasan dan ketulusan hati ibu menyayangi anak2nya, juga menantu2 dan  juga cucu2 serta buyut2nya.
Ibu, terimakasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai. Terimakasih untuk doa2 yang selalu ibu panjatkan kpd Allah SWT.
Adanya kami seperti sekarang ini adalah karena Allah telah menganugrahkannya pd kami melalui diri dan doa2 ibu juga.
Ibu mohon maafkan semua kesalahan dan kekhilafan kami...
(Kok jadi kayak mau lebaran...?)
Pengorbanan dan kasih sayang ibu seperti lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals:
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintangan untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan Tak mampu kumembalas... Ibu... Ibu...
By: siti adiningrum (deroem)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo komen biar rame