Halaman

Kamis, 28 Februari 2013

REJEKI BUANGET


REJEKI BUANGET
Begini kronologinya he…he….
Beberapa hari menjelang 12 Sept 2012, bertepatan HUT ibu yg ke 83. Aku ditilpun seorang ibu (mantan Kep-Sek dimana aku mengajar;beliau Kep-Sek yg pertama), yg intinya beliau ingin memberi uang Rp. 150.000 utk kami berdua (aku dan tmnku), yg kbtln sama2 guru Wiyata Bakti (belum PNS).
Keesokan harinya di sekolah, tmnku memberiku uang Rp. 75.000 yg merupakan pemberian dr beliau, seorang ibu diatas. Kami berdua sangat sng & bersyukur dpt rejeki. “sering2 aja bu, kalo perlu  sebulan sekali he…he…” kebetulan pulsaku tinggal sedikit, nah krn dpt rejeki, dlm hatikupun berniat pulang sekolah nanti mau membeli pulsa di tetangga/sebelah rmh Rp.10.000 utk ku & Rp.10.000 beliin utk tmnku diatas. Namun keinginan itu blm terlaksana, krn ketika ku pulang sekolah, pintu rmh tetangga yang menjual pulsa  ku ketuk2 g ada jwban. “ah nanti sj”  pikirku.”toh hampir tiap hr aku lwt”. Sorenya plg dr TPA aku lwt lg, tp blm  juga jadi beli pulsa, shg niat beli pulsa & beliin tmnpun blm terlaksana, karena konsentrasiku saat itu ingin sgr sp rmh, rapih2 dll, maklum hr itu bada Magrib ibu mau mengadakan syukuran di HUTnya, dgn mengundang anak, mantu, cucu, cicitnya yg berdomisili di kotagede plus kluarga bani Mustajab yg  jg berdomisili di kotagede. Otomatis aku harus segera beres-beres.
Ternyata sampai di rumah, Alhamdulillah…. kulihat nyaris sempurna ( semua hampir rapi ) dan kulihat nampak ibu sedang menata, ibupun berkata “yang bantuin faisal” begitu ibu bilang padaku. Haru… Bahagia rasanya, anakku bisa membantu sedemikian, makasih anakku.. rasa haru pun bertambah saat aku akan melengkapi hal-hal yang masih diperlukan, tanpa diminta anakku faisal yang melihat gelagat bundanya berkata “bunda mau apa? ada yang masih kurang po? sini aku aja” mungkin begitu istimewanya yang uti dimata anakku sehingga segala persiapan HUTnya dengan antusias dibantunya dan mungkin juga sangking sayangnya pada bundanya yang notabene ‘seribu satu’ orang seperti bundanya yang dlm kondisi tidak sempurna masih lincah beraktivitas
`Akhirnya tiba dipuncak acara, suasana selokraman bertambah ramai bahagia. Berkumpul, berdo’a, menyanyi, tersenyum, tertawa, makan, minum, dan mendengarkan tausiyah dari ibu, juga tak ketinggalan pada action karna difoto. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan selesai, kamipun berkemas-kemas. Tugas tuan rumah tentulah lebih ekstra, mengantar nasi box yang masih ke tetangga dll. 50 nasi box yang ibu pesan masih tersisa 4 gimana ya..? pikirku. Semua sasaran sudah kebagian, begitu juga tetangga kiri kanan. Dalam situasi masih berfikir dan masih berkemas-kemas tiba-tiba HP ku berbunyi, ada sms dari teman yang mengabari “ mau periksa ke dokter teguh, e e.. sudah tutup ” padahal belum terlalu malam dan waktu ambil nomer antrian tadi siang sama aku. Pikirku, mumpung teman ada di dokter teguh, dengan HP aku segera menghubunginya, tapi nada sibuk, akhirnya ku sms saja, meminta temanku untuk mampir ketempatku, ada sesuatu ( maksudku ada 4 nasi box HUT ibu ) tapi rasanya sms terlalu lama (khawatir tmnku keburu plg) kucoba ngebel, demi menyelamatkan 4 box nasi, takut basi dan mubazir. Alhamdulillah, ada nada sambung “maaf pulsa anda tidak cukup untuk…(sdh tau kan terusannya he..he…), kebetulan Budhe Ninik yang mau pulang saat itu berada di dekatku, dan mungkin terlihat aku serius banget dengan HP, juga manpak kalau sedang kehabisan pulsa he…he…” Ku kirimi pulsa mau nggak?, nomormu berapa?” Ya mau aja, 081802754059” jwbku mantap (kbtln pas butuh-butuhnya). Kupikir Budhe akan mengirimi pulsa 10.000 or 20.000, krn aku sendiri biasanya mengisi pulsa segitu. Paling banyak kuisi mungkin 25.000 itupun hanya sesekali, jika terpaksa he..he…
Budhe pun segera memproses pengiriman pulsa dengan memencet-mencet tombol di Hpnya. Namun pengiriman pulsa tidak segera terproses. Kata Budhe, biasanya langsung terkirim. Hal itupun di iyakan Padhe Win, yang berada disamping Budhe. Beberapa menit sudah, pengirimanpun belum juga terkirim. Akhirnya Budhe mengulanginya lagi, dengan memencet-mencet tombol di Hpnya, dan Alhamdulillah berhasil. “ lha…yang tadi juga terkirim he…he…” kata Budhe.”lha terus gimana Budhe?, apa kukirim ganti? Kataku, “yaa sudah itu rejekimu, ngak pa pa”
Kulihat di Hpku “Subhanalloh, 50 rb, banyak buaaanget”. Perasaanku, sejak ku punya HP dan sampai saat ini, belum pernah aku ngisi pulsa sebanyak itu. Tetangga yang jual pulsapun pernah bilang ke aku “mbak Tri termasuk irit lho..make pulsa”. Kutekan *123# untuk melihat pulsaku. Ya..Alloh…, seratus ribu lebih pulsaku. Luar biasa, saking semangatnya Budhe memberiku pulsa, sampai terkirim 2X. Makasih ya Budhe, jazakallohu khoiro, smg Alloh membalas kebaikan Budhe dengan yang lebih banyak dan barokah, aamiiin.
Pulsa terisi, akupun segera SMS tmnku, namun posisi tmn sdh nyaris sampai di rmhnya. Akhirnya 4 nasi Box kubiarkan tersisa. Esoknya Faisal coba makan. Alhamdulillah masih enak dan yang 3 kubawa ke sekolah, utk ke tiga tmnku, akhirnya nasi HUT ibupun selamat. HUT ibu telah memberi banyak rejeki padaku. Slamat ulang tahun IBU, semoga bahagia selalu di dunia dan akhirat, Aamiin.

By bundanya faisal


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo komen biar rame