BULETIN KBH EDISI II
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, redaksi telah berhasil menerbitkan Buletin KBH edisi pertama, walau sangat sederhana akan tetapi semoga bisa menjadi media komunikasi anggota dan menjadi pemicu munculnya tulisan-tulisan berikutnya. Redaksi menyadari masih sangat banyak kekurangan di edisi pertama, antara lain file kiriman dari dik Warih dan dik Hasto belum di masukkan. Ternyata file masih di email dan redaksi belum bisa mencetaknya (gaptek). Alhamdulillah setelah mendapat pelajaran cara menyimpan dan mencetaknya, maka kali ini naskah yang tercecer sudah bisa di cetak dan dimasukkan dalam penerbitan edisi ke dua. Maaf ya. Padahal redaksi tahu kalau adik berdua ini sudah dengan susah payah membuat tulisannya. Sekali lagi minta maaf.
Bulan September ini banyak yang ulang tahun, Faizal dan Farzan tanggal 5, Eyang Uti tanggal 12, Mas Imad tanggal 20, Pak Hasto tanggal 21. Sesuai permintaan sponsor, khusus Buletin KBH edisi kedua, di usahakan terbit bulan September dan bersamaan dengan tanggal kelahiran Eyang Sriyati Hoedan yaitu tanggal 12 September 1929. Semoga membuat yang sedang berulang tahun di bulan September bahagia, utamanya Eyang Uti bisa bangga dengan karya anak-cucu-cicitnya. Ketika dalam perjalanan di KA Lodaya dari Bandung ke Yogya tanggal 2 September 2012, Eyang Uti menulis sesuatu di kertas bekas, dengan perintah untuk di masukkan di buletin KBH. Silakan menyimak hasil karya sesepuh kita. Eyang juga menginginkan foto-foto kebersamaan kita bisa di cetak, untuk itu redaksi berusaha mencetak foto kenangan sewaktu di Bandung dari file yang ada pada redaksi.
Tentu redaksi harus menyampaikan terima kasih kepada para kontributor Buletin KBH yang sudah kirim naskah, yaitu : Mas Imad, Ibu Warih, Bapak Darwinto, Bapak Manung, Ibu Tri, Bapak Sapto, Ibu Deroem, Bapak Wijay, Bapak Bambang dan adik Hani. Semoga partisipasinya membuat senang yang menulis, yang mengirim gambar maupun para pembacanya. Semoga Alloh meridloi usaha kita untuk meningkatkan silaturahim dan meningkatkan kebersamaan KBH.
Akhirnya, kepada seluruh KBH, redaksi menyampaikan selamat menikmati hidangan tulisan di buletin KBH Edisi II, semoga bermanfaat. Atas hal-hal yang tidak berkenan, redaksi mohon maaf.
Gedongan, 12 – 9 – 2012
BdN.
PENDAHULUAN
Buletin KHB Edisi ke dua terbit secara spesial, yakni dalam rangka “mangayubagyo” hari jadi sesepuh KBH, yakni Ibu/Eyang/Eyang Uyut Sriyati Hoedan. Oleh karena itu redaksi “ngoprak-oprak” para anggota KBH untuk segera mengirimkan naskahnya, demi memeriahkan pesta ulang tahun ini.
Penataan naskah dalam buletin ini, setelah pesan-pesan Eyang Uti, kemudian naskah yang seharusnya untuk edisi pertama, baru berikutnya naskah yang masuk sesuai urutan di terimanya naskah tersebut. Alhamdulillah, Mas Imad bersemangat menulis kesannya tentang Eyang Uti yang sangat membanggakan. Sedangkan Ibu Warih, walaupun kiriman naskah untuk edisi pertama terlewatkan, namun tetap bersemangat mengirimkan lagi naskah berikutnya. Kalau yang pertama adalah hebohnya acara di Jember, kali ini tentang betapa senang dan hebohnya menerima tamu KBH Yogya, Surabaya dan Tambun yang akan menghadiri acara akad nikahnya Aghnia-Shandy pada tanggal 1 September 2012. Pakde Wien melanjutkan otobiografinya Eyang Uti yang telah di tulis di edisi pertama. Sedangkan Bapak Manung (kayanya nama Manung lebih keren) menulis : I THINK I AM JUST A LUCKY MAN… Ketika perjalanan Yogya-Bandung-Yogya, rombongan Yogya ada dua kloter, yakni kloter pertama menggunakan jasa PT KAI (Eyang Uti, Pakde Wien dan Bude Ninik, rombongan pini sepuh), sedangkan rombongan kedua (poro kawulo mudo) menggunakan mobil Xenia. Untuk itu Ibu Tri telah membuat tulisan tentang betapa senangnya ke Bandung naik mobil Xenia, karena tidak ada yang mabuk. Bapak Sapto mengirimkan Puisi untuk Ibu. Selanjutnya Ibu Deroem (nama Deroem enak juga di populerkan), ternyata punya simpanan hasil karya yang di buatnya pada tahun 2008, yang di sajikan menyambut Ultah Ibunda ke 83 ini. Dan Bapak Wijay tidak mau ketinggalan, merasakan Kehangatan Rumah Selokraman yang ternyata sumbernya dari Yangti. Sebenarnya redaksi menunggu-nunggu naskah dari Keluarga Sindangsari termasuk Ausie, pastinya. Berhubung yang datang adalah sms via KBH Fleksi milis, maka redaksi mengetik ulang sms tersebut yang di masukkan dalam edisi ke 2 ini. Ternyata sang cicit tidak mau ketinggalan juga, Hani menulis untuk ulang tahun Eyang Uyutnya.
Setelah anggota KBH membaca buletin KBH edisi pertama dan kedua, harapan redaksi dapat menimbulkan gairah menulis dari anggota yang belum menulis, dan terus giat menulis bagi yang sudah menulis. Ayo membuat memori dengan membagi cerita, sharing pengalaman, mengemukakan ide, atau sekedar bercanda ria melalui tulisan di Buletin KBH selanjutnya. KBH ring pertama (istilah untuk putra-putri Bp-Ibu Hoedan, termasuk mantu tentunya karena sudah berikrar menjadi pasangan putra-putri Bp-Ibu Hoedan), KBH ring kedua (para cucu dan cucu menantu) di mohon dengan hormat lagi sangat untuk mengirim tulisannya, apa saja boleh. KBH ring ke tiga (cicit, belum ada cicit menantu) jika ada yang mau menulis, tentu akan lebih memeriahkan buletin ini. Banyak momen kebersamaan kita, seperti waktu piknik ke Jember, momen lebaran, kunjungan ke Bandung waktu pernikahan Aghnia-Shandy. Barang kali masih tersimpan kenangan, kesan, ataupun pesan untuk acara berikutnya, yang bisa di jadikan topik tulisan, disamping ide-ide lainnya.
Pada kesempatan ini, KBH menyampaikan selamat ulang tahun Eyang Uti, semoga kaparingan yuswo ingkang barokah, sehat bahagia dan ayem tentrem selalu. Doa Eyang Uti sangat di harapkan anak-cucu-cicit. Selamat ulang tahun juga buat Pak Hasto, Mas Imad, Mas Faizal dan dik Farzan. Happy birthday to you…. Happy birthday to you…. Wish You all The Best. Last but not lease, redaksi menyampaikan pula : selamat atas berlangsungnya pernikahan Aghnia dan Shandy, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warrochmah, serta di karuniai keturunan yang soleh dan solikhah, juga murah rizki yang barokah. Sesuai permintaan Eyang Uti, kata-kata sungkem pengantin juga di cetak… hehehe, biar komplit deh. Dari Kang Edwin kami sudah dapatkan naskah sungkemannya, tapi untuk sungkem kepada Eyang, belum di bakukan alias belum ada. Malam hari setelah pernikahan tersebut, diadakan pertemuan KBH di Antapani (tempat tinggal di Addien dan keluarga), sebagai kenang-kenangan, Aghnia telah membacakan artikel “sepasang bidadari”. Bagi yang ingin mendalami makna sepasang bidadari, artikel tersebut di sertakan pula di buletin ini.
Akhirnya, selamat menikmati hidangan tulisan di Buletin KBH edisi ke dua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo komen biar rame