KENANGAN ANAK MBAREP TENTANG BAPAK
Tanggal 15 Januari adalah tanggal kelahiran bapakku (Bp. R Md Hoedan Prodjosubroto). Dulu ketika Bapak masih hidup, dan kami masih bertempat tinggal di Jakarta, setiap tanggal 15 Januari Bapak aku telpon : Sugeng tanggap warso nggih Pak… mugi-mugi …… (doa buat Bapak). Pernah suatu ketika aku tidak telpon Bapak ketika tanggal tersebut (lupa tahun berapa), baru telpon besok paginya. Bapak langsung bilang : kemarin kok tidak telpon?
Itulah salah satu kenangan ku tentang Bapak. Tentu masih banyak sekali kenangan tentang Bapak. Diantaranya adalah :
- Waktu itu saya, dan adik-adik masih kecil, bertempat tinggal di Selokraman. Ketika itu Ibu melahirkan, kalau tidak salah melahirkan kembar sehingga melahirkannya di PKU Yogyakarta (PKU Kuto, bukan Kotagede). Bapak mengajak saya dan adik-adik nengok Ibu naik sepeda, kami di bonceng sepeda dua orang di belakang dan satu orang di depan. Agar pantat tidak sakit, yang bonceng di depan (di planthangan sepeda) di beri alas anduk untuk membalut planthangan sepeda. Waktu mau naik sepeda, Bapak mencari tempat agar bisa njagang sepeda dengan kakinya (Buk jembatan parit di Njembegan, sekarang sudah tidak ada karena paritnya di tutp untuk jalan), baru kami yang di bonceng belakang naik dengan bantuan buk tadi. Itulah upaya Bapak menyenangkan kami agar bisa bertemu Ibu yang sedang opname di rumah sakit karena melahirkan.
- Kami masih tinggal di Selokraman. Setiap bulan Bapak dapat jatah beras dari kantor. Seingat saya satu karung besar. Saya di bonceng Bapak ke kantor, setelah dapat beras saya dan beras naik becak Bapak mengikuti dengan sepeda. Becak hanya sampai Payungan (Pojok timur selatan pasar), kemudian berasnya di naikkan ke boncengan sepeda. Bapak menuntun sepeda sampai Selokraman, dan saya jalan kaki mengikuti dari belakang. Suatu saat di bulan puasa, ketika menuntun sepeda dengan muatan beras melintas di depan rumah Yu Bun (Samaan), jalannya menurun (ndronjong). Bapak kesulitan mengendalikan sepeda sehingga jatuh. Alhamdulillah tidak luka. Namun untuk menaikkan beras ke sepeda lagi, sangat sulit karena tidak ada yang membantu. Tadi sewaktu dari becak, menaikkan beras ke sepeda di bantu tukang becak. Untungnya ada orang lewat yang kemudian membantu Bapak. Itulah perjuangan Bapak untuk memberi makan kepada keluarga.
- Setelah lulus SMP, saya harus mencari sekolah SMA (SMU saat ini). Dengan yakinnya saya mendaftar ke SMA Negeri. Eh ternyata testnya tidak lulus. Saya bingung. Bapak berusaha mencarikan sekolah, mendaftarkan saya ke SMA Muhammadiyah I (MUHI) tanpa sepengetahuan saya. Ketika masuk sekolah pertama kali, saya belum tahu tempatnya karena waktu itu tidak ikut mendaftar. Untuk bisa sampai ke sekolah saya di suruh bareng Mas Darwinto yang juga sekolah di SMA tersebut. Cieeee, akhirnya keterusan deh, bareng terus sampai sekarang.
- Ceritanya saya sudah kuliah di Fakultas Peternakan UGM. Mulai masuk kuliah sudah di sibukkan dengan praktikum sehingga harus pulang sore. Jalanan dari Kampus ke rumah melalui jalanan yang kalau hujan tergenang air. Ketika pulang kuliah turun hujan, saya telpon Bapak minta di jemput. Sebenarnya saya naik motor sendiri demikian juga Bapak naik motor sendiri, jadi Bapak menemani saja untuk memastikan ketika melewati jalan yang tergenang air, tidak ada masalah. Di depan pintu gerbang Kampus saya menunggu Bapak. Hujan masih turun rintik-rintik, Bapak datang dengan basah kuyup. Dari tas cangklongnya Bapak mengeluarkan jas hujan dan meminta saya memakainya. Saya kaget, mengapa tidak di pakai Bapak saja sejak dari rumah tadi? Kata Bapak, kawatir jas hujannya basah ketika mau saya pakai. Subhanalloh… begitu sayangnya Bapak kepada anaknya. Terima kasih ya Pak.
- Kami telah menikah dan mempunyai seorang anak yang masih kecil. Namun terus terang saja kami belum punya pengahsilan rutin. Untuk membeli susu anak, saya sering mengambil uang Bapak yang di taruh di belakang tumpukan baju. Uang logam Rp.100,- banyak sekali di tempat itu. Ketika uang tinggal sedikit, besoknya saya mau mengambil lagi, eh kok ada banyak ya. Itulah cara Bapak menolong kami, tanpa kami harus malu untuk meminta. Subhanalloh… Maafkan saya ya Pak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo komen biar rame